aku jalan ke arah harapan
ku susuri rumput2 dan bebatuan
ku pandang ke depan sambil aku katakan
selamat berjuang wahai kawan2..
mereka ada yang tertawa..
mereka ada yang menduga-duga
ada pula yang mengajakku bercanda
ada pula yang mencibir bahkan ngatain aku gila
jalan berliku itu...
kadang membuatku lesu..
kadang membuatku tersipu malu..
dan aku harus benar2 memacu tenagaku
karna d sana telah menyongsong kekasihku...
kasih...tolonglah aku..
jangan kau buat aku menduakan cintamu
BISMILLAAHIROHMAANIRROHIIM
Senin, 28 November 2011
Kamis, 24 November 2011
Senin, 21 November 2011
Rabu, 02 November 2011
aswaja
SEJARAH AHLI SUNNAH WAL JAMAAH
SEJARAH AHLI SUNNAH WAL JAMA'AH VS MU'TAZILAH, KHOWARIJ, MUJASIMAH
Dalam sej...arah islam munculnya istilah ahlul sunnah waljamaah (aswaja), secara etimologis, di terangkan bahwa pada dasarnya aswaja sudah ada sejak zaman Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam.
Sebagai konfigurasi dalam perjalanan sejarah, secara umum aswaja mengalami perkembangan dengan tiga tahab secara evolutif.
Pertama, tahab embrional pemikiran sunni dalam bidang teologi Pada tahab ini masih merupakan tahab konsolidasi, tokoh yang menjadi penggerak adalah Hasan al-Basri (w.110 H/728 M).
Kedua, proses konsolidasi awal mencapai puncaknya setelah Imam al-Syafi’I (w.205 H/820 M) berhasil menetapkan hadist sebagai sumber hukum kedua setelah Al- qur’an dalam konstruksi pemikiran hukum Islam. Dengan kitab nya yang pertama dalam sejarah, yaitu kitab ar-risalah, yang menetapkan metode baku ushul fiqih dan kitabnya tentang musthola'ah hadist, Pada tahab ini, kajian dan diskusi tentang teologi sunni berlangsung secara intensif, dimana menengahi hubungan antara fiqih dan hadist.
Ketiga, merupakan kristalisasi atau pembakuan metode teologi sunni disatu pihak menolak rasionalisme dogma, di lain pihak menerima metode rasional dalam memahami agama.
Proses kristalisasi atau pembakuan metode ijtihad ini dilakukan oleh tiga tokoh besar dan sekaligus di tiga tempat yang berbeda pada waktu yang bersamaan, yakni;
(1) Abu Hasan al-Asy’ari (w.324 H/935 M) yang bermadzhab syafi'iyah di Mesopotamia,
(2) Abu Mansur al-Maturidi (w.331 H/944 M) yang bermadzhab hanafiyah di Samarkand,
(3) Ahmad Bin Ja’far al-Thahawi (w.331 H/944 M) yang bermadzhab hanafiyah di Mesir.
Pada zaman kristalisasi inilah Faham asy'ariyah dan maturudiyah yang lebih populer diresmikan sebagai aliran aswaja ahlus sunnah wal jama'ah yang di ikuti jumhur ulama' madzhab arba'ah, hanafiyah, malikiyah, syafi'iyah, dan hanabilah.
munculnya aswaja ini sebagai reaksi teologis-politis terhadap aliran aliran bid'ah, seperti Mu’tazilah, Khowarij, Syi’ah, qadariyah, jabariyah, mujassimah, musyabbihah, karramiyah, dllLihat Selengkapnya
SALAF BUKANLAH SALAFI DAN SALAFI BUKANLAH SALAF. KAMI PENGIKUT 4 IMAM MAHZAB YG DIAKUI MUKTABAR ULAMA2 DUNIA, TAUHID SIFAT 20 ADA SEBELUM ADA TAUHID DI BAGI 3 KARANGAN SALAFI WAHABI
Oleh : Salafi Sejati
SEJARAH AHLI SUNNAH WAL JAMA'AH VS MU'TAZILAH, KHOWARIJ, MUJASIMAH
Dalam sej...arah islam munculnya istilah ahlul sunnah waljamaah (aswaja), secara etimologis, di terangkan bahwa pada dasarnya aswaja sudah ada sejak zaman Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam.
Sebagai konfigurasi dalam perjalanan sejarah, secara umum aswaja mengalami perkembangan dengan tiga tahab secara evolutif.
Pertama, tahab embrional pemikiran sunni dalam bidang teologi Pada tahab ini masih merupakan tahab konsolidasi, tokoh yang menjadi penggerak adalah Hasan al-Basri (w.110 H/728 M).
Kedua, proses konsolidasi awal mencapai puncaknya setelah Imam al-Syafi’I (w.205 H/820 M) berhasil menetapkan hadist sebagai sumber hukum kedua setelah Al- qur’an dalam konstruksi pemikiran hukum Islam. Dengan kitab nya yang pertama dalam sejarah, yaitu kitab ar-risalah, yang menetapkan metode baku ushul fiqih dan kitabnya tentang musthola'ah hadist, Pada tahab ini, kajian dan diskusi tentang teologi sunni berlangsung secara intensif, dimana menengahi hubungan antara fiqih dan hadist.
Ketiga, merupakan kristalisasi atau pembakuan metode teologi sunni disatu pihak menolak rasionalisme dogma, di lain pihak menerima metode rasional dalam memahami agama.
Proses kristalisasi atau pembakuan metode ijtihad ini dilakukan oleh tiga tokoh besar dan sekaligus di tiga tempat yang berbeda pada waktu yang bersamaan, yakni;
(1) Abu Hasan al-Asy’ari (w.324 H/935 M) yang bermadzhab syafi'iyah di Mesopotamia,
(2) Abu Mansur al-Maturidi (w.331 H/944 M) yang bermadzhab hanafiyah di Samarkand,
(3) Ahmad Bin Ja’far al-Thahawi (w.331 H/944 M) yang bermadzhab hanafiyah di Mesir.
Pada zaman kristalisasi inilah Faham asy'ariyah dan maturudiyah yang lebih populer diresmikan sebagai aliran aswaja ahlus sunnah wal jama'ah yang di ikuti jumhur ulama' madzhab arba'ah, hanafiyah, malikiyah, syafi'iyah, dan hanabilah.
munculnya aswaja ini sebagai reaksi teologis-politis terhadap aliran aliran bid'ah, seperti Mu’tazilah, Khowarij, Syi’ah, qadariyah, jabariyah, mujassimah, musyabbihah, karramiyah, dllLihat Selengkapnya
SALAF BUKANLAH SALAFI DAN SALAFI BUKANLAH SALAF. KAMI PENGIKUT 4 IMAM MAHZAB YG DIAKUI MUKTABAR ULAMA2 DUNIA, TAUHID SIFAT 20 ADA SEBELUM ADA TAUHID DI BAGI 3 KARANGAN SALAFI WAHABI
Oleh : Salafi Sejati
Bacaan Alqur an di dalam rumah
اكثروامن تلاوةالقران في بيوتكم فان البيت الذي لايقراءفيه القران يقل خيره ويكثرشره ويضيق اهله رواه الطبراني عن انس
AKTSIRUU MIN TILAAWATIL QUR AANI FII BUYUUTIKUM,FAINNALBAITA ALLADZI LAA YUQROU FIIHILQUR AN YAQILLU KHOIRUHU WA YAKTSURU SYARRUHUU WA YADHIIQU AHLUHUU. HR. THOBRONI Dari Shohabat Anas RA.
Artinya:Sering seringlah kalian membaca Al qur an di rumah-rumah kalian,karena sesungguhnya rumah yang tidak pernah di bacakan al qur an di dalamnya itu sedikit kebeikannya..banyak keburukannya...dan sempit hati penghuninya. HR.Thobroni dari sohabat Anas RA.
farah ahd yang hina dan ingin melayani ummat nabi Muhammad SAW.
02 nopember 2011.19.43 wib
AKTSIRUU MIN TILAAWATIL QUR AANI FII BUYUUTIKUM,FAINNALBAITA ALLADZI LAA YUQROU FIIHILQUR AN YAQILLU KHOIRUHU WA YAKTSURU SYARRUHUU WA YADHIIQU AHLUHUU. HR. THOBRONI Dari Shohabat Anas RA.
Artinya:Sering seringlah kalian membaca Al qur an di rumah-rumah kalian,karena sesungguhnya rumah yang tidak pernah di bacakan al qur an di dalamnya itu sedikit kebeikannya..banyak keburukannya...dan sempit hati penghuninya. HR.Thobroni dari sohabat Anas RA.
farah ahd yang hina dan ingin melayani ummat nabi Muhammad SAW.
02 nopember 2011.19.43 wib
Langganan:
Postingan (Atom)














